Rabu, Maret 22, 2017

Catatan Akhir Tahun 2016

30 Desember 2016
12:16

Sebentar lagi tahun 2016 akan segera berlalu, tinggal menghitung hari atau bahkan tinggal menghitung jam, yah, kurang dari 48 jam. Tahun 2016 akan segera menjadi kenangan, sebuah cerita yang merupakan sejarah yang membuat hidup kita menjadi apa adanya sekarang ini. Tahun 2016 telah menjadi salah satu bait dan penanda dalam cerita yang akan kita ceritakan kepada anak cucu kita, suatu saat nanti. Apa yang akan kita ceritakan, manis, pahit, sedih, tawa, semuanya telah nyata dan kita berhasil melaluinya.

Bagi saya, tahun 2016 sudah menjadi tahun yang luar biasa. Banyak berkat yang telah saya terima di tahun ini. Banyak perjuangan dan kenangan yang tidak akan terlupakan. Ada sejarah hidup yang telah terukir begitu dalam. Dimulai dari bulan Mei dalam tahun ini, saya dan keluarga sangat bersyukur karena sedang menantikan kehadiran anggota keluarga baru, estimasi dokter bulan Mei. Puji Tuhan, karena diberikan kesempatan untuk menikmati anugerah-Nya yang luar biasa di tahun pertama pernikahan kami. Sementara dalam penantian kelahiran anak pertama, aktivitas juga cukup padat. Banyak tanggung jawab yang dibebankan termasuk dalam pelayanan di gereja. Satu sisi, saya bersyukur karena diberi kepercayaan untuk mengemban tugas pelayanan tersebut, namun di sisi lain harus saya akui cukup berat karena waktu saya banyak tersita sedangkan istri yang sedang hamil tua juga butuh perhatian ekstra. Terkadang di beberapa waktu dan kegiatan saya harus memilih antara mengikuti kegiatan atau menghabiskan waktu bersama istri. Istri saya juga seringkali

Senin, April 06, 2015

FILOSOFI “MANATAP-NATAP”

   
 “Manatap-natap” adalah Bahasa batak “Toba” yang secara harafiah mengandung arti memandang-mandang, menatap, memperhatikan ataupun melihat (secara mendalam) dengan penuh perhatian, bukan hanya sekedar melihat. Kegiatan ini dilakukan dengan santai namun aktif, artinya fungsi otak tetap bekerja mengolah data ataupun informasi yang ada di sekitar area pandang kita. Beda dengan mengkhayal/berangan-angan ataupun bersemedi. “Manatap-natap” ini dilakukan pada kondisi fisik diam, bisa dalam posisi duduk atau berdiri namun dengan kondisi mata yang terbuka. Dalam hal ini kita lebih banyak menggunakan indera penglihatan dan pikiran, banyak memperhatikan dan mengamati serta sedikit berkomentar, bisa dilakukan secara sendiri ataupun lebih. 
“Manatap-natap” ini bisa memberikan kita suatu rasa,

Sabtu, Februari 07, 2015

KESEIMBANGAN

Hidup adalah pilihan, benar-benar merupakan sebuah pilihan. Anda bebas mau jadi apa saja dalam hidup anda. Mau jadi orang sukses ataupun tertinggal, orang hebat atau terbelakang, orang kaya atau miskin, orang terkenal atau terkucilkan, orang pintar atau orang bodoh, orang baik atau orang jahat. Anda bebas jadi diri anda sendiri, entah itu merupakan sebuah obsesi ataupun suatu kenyataan yang berhasil anda capai.
Mungkin sebagian orang menganggap bahwa mereka tidak memiliki banyak pilihan atau bahkan tidak punya pilihan dalam hidup. Satu sisi mungkin itu benar, namun sesungguhnya tidaklah sepenuhnya demikian. Orang memang memiliki banyak keterbatasan, baik secara fisik, sumber daya (kemampuan maupun talenta yang dimiliki) serta dana yang terbatas, namun justru disitulah letak pilihan tersebut, anda mau jadi apa? Anda memilih untuk menggunakan talenta anda, mengembangkan talenta anda atau malah menguburnya. Bisa juga anda mengembangkan sesuatu yang berasal dari proses belajar ataupun pengalaman anda sehari-hari yang mungkin bisa jadi menjadi kegemaran bagi anda. Apapun cita-cita anda dan obsesi anda hendaklah itu jangan membuat anda gelap mata dan menghalalkan segala cara serta merusak diri anda sendiri juga orang lain.

Kamis, Juli 03, 2014

Parmahan (Ponggol Paduahon)

Dungi marlojong ma ibana mangadu horbonai ,nunga lao tu porlak ni halak. Hape nga sai maima-ima nang parporlaki di bagasan porlaknai ala nunga piga-piga hali masuk horboi manegai suan-suanan na. Ditangkup ma horbonai laos diboan ma tu hutana, naeng pangidoonna  uang tobusna ganti ni suan-suanan naung disegaan ni horbonai. Tangis ma dakdanak parmahani huhut mabiar paboahon tu natua-tuana. Molo dipaboa ikkon murukanna do annon ibana. Mulak ma ibana tu huta huhut tarilu-ilu, dibereng ompungna ma ibana laos disukkun ma boasa sai tangis. Dipaboa ma namasa jala laos didongani ompungna ma paboa tu amana, asa unang dimuruki. Alai sai rimason ma Amanai, alai nang pe songoni dialap ma horboi tu luat ni na manangkup horboi. Alai anggo dakdanaki di jabu ni ompungnai ma marborngin unang dimuruki Amanai annon bodarinai muse. (#Cerita ni na lalap marmahan)

Minggu, Juni 22, 2014

PARMAHAN

Sepulang dari sekolah dia bergegas ganti baju, makan siang lalu pergi ke ladang. Dia melepaskan kerbaunya dari tali-tali yang mengekangnya sepanjang hari. Kerbaunya pun seolah-olah mengerti dan sangat menunggu kedatangan tuannya. Dia menuntun kerbaunya ke sungai supaya mereka dapat minum dan berenang setelah panas seharian. Dia asik bermain air bersama kerbaunya. Sesaat dia pun kembali ke ladang. Dia duduk di atas kerbau, menunggangi kerbau sambil memegang seruling, sesekali dia meniup seruling, merdu sekali. Dia seolah-olah tidak peduli dengan panasnya sengatan matahari yang telah membuat kulitnya gosong. Yang dia tau dia harus menjaga kerbau-kerbaunya, menuntunnya sehingga tidak pergi ke ladang orang, memberinya makan rumput sehingga tidak kurus kerempeng, sehingga suatu saat kalau dijual harganya bisa lebih mahal (Bersambung)

Rabu, Mei 28, 2014

"NYANYIAN BUKIT PANCAR"

Betapa indah alam ini
Awan putih berarak di langit biru
Desir angin meniup daun hijau
Derap langkah kami tak bisa berhenti di sini

Kami melintas di atas bukit ini
Lirih gemerisik daun menyambut mentari
Nun jauh gemericik air di sela batu yang menghitam
 Derap langkah kami tak bisa berhenti di sini


Kamis, Maret 13, 2014

Renungan untuk Kita



PARTONDION
Oleh : Victor Hutabarat
* Di parmahan Tuhani do parngoluonki
  Diparorot Tuhan i do partondionki
  Tung mansai basa doi Tuhan tu ngolungki
  Ditogu au ditogu au sian na golap i

  **  Uju dinalilu tangis do tondingki
       Uju dinalilu au dao sian Ho Tuhan
       Sai gulut di arta do di parngoluon i
       Asi rohaM di au Tuhan husomba do Ho

Rabu, Juni 19, 2013

MAHALNYA SEBUAH IDE


Ahh kenapa begini sih, kenapa begitu, harusnya begini, harusnya tidak seperti itu, lebih baik begini, idenya ga bagus, tidak terencana dengan bagus,,kok gitu sih??????? Begitulah kata-kata yang sering kita dengar dari orang-orang di sekeliling kita, baik dari orang tua, teman, saudara, atasan dan rekan kerja kita. Memang tidak semua ide yang muncul itu bagus, tidak semua rencana itu matang dan tidak semua rencana yang matang itu berjalan dengan mulus. Namun apakah kita bisa berbuat lebih baik, adakah ide dalam pikiran kita saat dibutuhkan, pada saat waktu dan kondisi yang ada? Seringkali kalau kita diminta ide kita diam namun dikasih ide kita berontak.
Dalam segala sesuatu kita seringkali hanya bisa protes terhadap sebuah hal yang sedang terjadi. Baik itu yang terjadi secara terencana ataupun tidak terencana.