Kamis, April 10, 2008

Sahabat sejati

Pada awal penciptaan, Adam/manusia diciptakan tidak sendirian. Allah memberikan Hawa kepada Adam sebagai temannya karena Allah sendiri tahu bahwa manusia itu butuh teman, butuh orang lain dalam hidupnya. Manusia telah diciptakan sebagai makhluk sosial, yang harus berinteraksi satu sama lain. Seiring dengan perjalanan hidup, kebutuhan hidup juga semakin kompleks dan sangat beragam. Begitu juga dengan hubungan manusia semakin kompleks. Manusia butuh orang lain bukan hanya sebatas teman berinteraksi karena kebutuhan jasmani saja, lebih dari itu. Manusia membutuhkan seseorang yang lebih dekat dengan dia namun bukan sebagai istri/suami. Seseorang yang dapat dipercaya dimana
dia dapat mencurahkan isi hatinya kepadanya dan orang tersebut bersedia untuk mendengarkannya. Inilah yang disebut sebagai sahabat.
Dalam tinjauan yang lebih dalam lagi, seseorang itu membutuhkan orang lain yang sehati, sepikir atau mungkin senasib ataupun memiliki berbagai kemiripan/kecocokan baik dari segi karakter, sifat dan berbagai kesukaan lainnya dimana mereka bisa saling mengerti dan memahami. Dia butuh sahabat sejati dimana sahabatnya itu tidak pernah meninggalkannya walau apapun yang terjadi dalam dirinya, apapun kondisinya. Ada di saat senang maupun di saat susah, mereka setia. Tentunya semua orang butuh dan menginginkan orang seperti ini di dalam hidupnya. Tidak ada orang yang terlalu kuat untuk menanggung segala beban yang ada dalam kehidupannya.
Ada saat dimana seseorang merasa sangat lemah dan sangat butuh pertolongan orang lain, mungkin bukan dalam hal mengerjakan/melakukan sesuatu. Namun lebih dari itu, yakni untuk memulihkan kondisi pikiran, kejiwaan maupun psikologisnya dimana kehadiran mereka bisa menjadi warna/variasi baru di dalam hidup kita yang membuat kita merasa lebih baik dan lebih tenang. Saya pernah dengar perkataan teman dimana seseorang cewek (cowok juga/red) yang kelihatan begitu kuat/tegar ternyata memiliki sangat banyak kelemahan yang perlu diisi oleh seorang sahabat sehingga dia menjadi kelihatan lebih kuat, dialah sahabat sejati.
Namun, untuk memiliki sahabat sejati bukan merupakan perkara yang mudah bagi setiap orang. Mungkin bagi beberapa orang itu cukup gampang namun tidak untuk semuanya. Untuk memiliki sahabat sejati kita butuh usaha, pengorbanan, kesabaran dan mungkin doa. Banyak orang yang mau menjadi teman kita hanya disaat kita senang atau di saat kita memiliki sesuatu yang mereka perlukan. Setelah itu mereka akan meninggalkan kita. Menjadi seorang sahabat sejati butuh pengorbanan terutama sifat egoisme kita. Dua orang sahabat sejati harus saling menemukan titik temu diantara mereka.
Memiliki sahabat sejati sungguh menyenangkan. Akan ada orang yang mengingat dan mengenang kita sepanjang masa. Oleh karena itu teman-teman, apakah anda sudah memiliki sahabat sejati? Sungguh tidak enak untuk menjadi orang yang tidak memiliki sahabat dalam kehidupan yang cuma sementara ini. Anda mau dikenang sebagai apa nantinya, anda yang menentukan! Berusahalah dan mulailah dari sekarang. Salam!
Ttd
Supardi Manurung

1 komentar:

  1. Masa awal selalu menjadi tantangan. Kenangan ini adalah penderitaan!

    BalasHapus