Kamis, November 05, 2009

Ketika Dia Pergi (untuk selamanya)

Ini saat yang paling sedih, saat yang paling haru dan saat dimana cinta kasih kita terhadap seseorang benar-benar diuji. Saat kita harus kehilangan dia untuk selamanya, di dunia ini tentunya. Sebelum kita nanti dipertemukan oleh Allah di tempat dan waktu yang berbeda yang kita tidak akan pernah tahu kapan. Segalanya serasa tidak perlu lagi, apapun yang kita perbuat selain kita berserah dan berdoa dengan ikhlas kepada Tuhan, sang empunya segalanya.
Dia tidak akan pernah dikembalikan baik oleh dokter manapun yang terhebat di dunia ini, oleh dukun manapun sebab dokter yang sesungguhnya adalah Tuhan Allah, Dia adalah dokter di atas segala dokter dan telah memanggilnya untuk kembali kepadaNya. Dia (manusia) adalah kepunyaanNya. Dia telah menyediakan tempat terindah di sisi-Nya. Ini adalah saat-saat dimana kepercayaan kita diuji. Pada saat ini, kita tidak perlu lagi untuk sok-sok baik, minta maaf atau apapun yang kita pikir bisa membuat dia tenang. Dia telah tenang bersama Bapa di Surga. Kita hanya perlu mengikhlaskannya. Dia telah menyelesaikan tugasnya di bumi dan kita harus mensyukurinya. Kita hanya bisa berdoa untuk dia dan untuk diri kita sendiri bahwa kita juga akan menjalani hal yang sama yakni kematian itu sendiri agar kita bisa sampai kepada Bapa di Surga. Dia telah terlebih dahulu menempuh perjalanan di dunia ini dan dia juga telah terlebih dahulu menyelesaikannya, Selamat jalan buat orang yang sangat kasmi kasihi …( In Memoriam Amang Sianturi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar