Rabu, Februari 03, 2010

Ketika Keputusan Harus Dibuat



Membuat keputusan itu seperti layaknya bermain bola
Harus tahu kapan waktu yang tepat
Harus tahu cara yang tepat
Mengumpan, menggocek, menendang ke gawang
Semuanya penuh risiko
Semuanya penuh strategi
Dukungan seluruh anggota TIM
Hanya untuk satu GOAL KEMENANGAN
Berani berbuat berani bertanggung jawab
Rangkaian hidup ini adalah pilihan. Setiap saat kita diharuskan untuk memilih. Hari demi hari, jam demi jam dan bahkan detik demi detik kehidupan. Pilihan itu dapat berupa hal-hal sederhana semisal mau melakukan apa, mau makan apa saat ini, mau berkata apa, segalanya adalah pilihan. Begitu juga dengan pilihan-pilihan rumit semisal hal memilih pasangan hidup, memilih karir/pekerjaan dan sebagainya. Pilihan tersebut terkait dengan apa dan mau jadi apa kita, apa yang kita inginkan atau tentang jadi apa diri kita, masa depan kita.
Ironisnya segala pilihan selalu ada akibatnya. Bisa berakibat baik dan bisa juga sebaliknya, buruk/jelek. Jika kita salah maka kita akan menerima akibat yang buruk seperti menjadi tidak yakin pada diri sendiri dan bisa membuat kita lemah. Apabila keputusan kita benar, maka kita akan tertawa gembira, senang dan kita merasa bahwa diri kita kuat, kita yakin dengan diri kita dan kita semakin percaya diri.
Saat-saat mengambil keputusan terkadang sangat menegangkan. Bahkan lebih menegangkan daripada menjalani pernikahan. Jika menyangkut hal besar seperti masa depan dan menyangkut kehidupan orang lain, bisa jadi kita tidak bisa tidur karena memikirkannya. Kita tentu tidak ingin ceroboh dan akan selalu sangat berhati-hati. Kita tidak ingin suatu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Nah, pada saat seperti inilah seseorang itu akan diuji. Apakah dia dapat membuat keputusan dengan tepat seperti yang diharapkan oleh orang lain? Apakah orang lain akan puas dengan keputusannya? Akankah suatu organisasi akan maju dengan adanya keputusan tersebut? Inilah beberapa faktor yang harus dipikirkan oleh seseorang pembuat keputusan. Mungkin akan banyak faktor lainnya seperti bagaimana akibatnya teerhadap dirinya, sahabatnya, keluarganya dan orang-orang dekatnya? Banyak orang yang stress dan putus asa akibat salah dalam mengambil keputusan. (Beda lagi dengan orang stress yang membuat keputusan yang salah).
Di dalam mengambil keputusan seseorang pasti memerlukan bantuan, masukan dari orang lain. Karena biar bagaimanapun ada kalanya pikiran kita terbatas bahkan untuk hal yang sangat sederhana sekalipun. Hal ini disebabkan oleh beban pikiran yang berat dan fokus yang kita lihat berbeda dari orang lain. Saat itulah kita sangat mengharapkan pendapat dari orang lain, yang bisa membantu kita, mendukung kita dan membuka pikiran kita. Sekecil apapun kita butuh itu. Kita bisa meminta tolong kepada orang yang kita percayai.
Namun, apapun itu satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah meminta bantuan kepada Sang Pencipta kita, Tuhan yang kita yakini. Biar bagaimanapun Dialah sang Khalik yang menciptakan kita. Dia lebih tahu, lebih memahami segala masalah kita. Serahkan hati dan pikiran kita kepada-Nya melalui doa. Semoga kita membuat keputusan yang tepat. NIKMATILAH KEPUTUSANMU.
SUPARDI MANURUNG S,TP.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar