-->
Apakah arti sebuah kehidupan? Ini adalah sebuah pertanyaan yang akhir-akhir ini seringkali menempel di kepalaku. Untuk apakah aku ini hidup, untuk sebuah kekayaan, kepintaran, kesuksesan, ketenaran, kehebatan atau untuk apa? Aku memang ingin sekali menjadi orang yang kaya di dunia, ingin jadi orang yang pintar, ingin jadi orang yang sukses, ingin jadi orang yang terkenal dan ingin juga menjadi orang yang hebat. Tapi apa, apa ukuran semua itu dan setelah itu apa, setelah itu aku akan jadi seorang tua yang akan dikenal oleh banyak orang karena aku kaya, pintar, hebat dan segalanya. Setelah itu aku akan mati dan tak membawa apa-apa, aku tak ada harapan. Itu semua adalah hanya kepuasan sesaat yang ada di dunia ini? Terus memangnya kenapa, memangnya ada kehidupan yang kekal, benarkah Tuhan itu ada?
- Bagaimanakah Aku Hidup?
Aku adalah seorang Kristen yang sudah hidup sebagai Kristen sejak aku dibaptis 22 tahun yang lalu. Namun sebagai seorang Kristen, aku belum menemukan siapakah sebenarnya aku ini sebagai orang Kristen, apakah orang lain sudah dapat mengenal aku sebagai orang Kristen. Dua puluh dua tahun aku pikir bukan merupakan waktu yang sedikit untuk semakin dewasa dan bertumbuh dalam iman. Namun apa yang terjadi, aku tidak sedewasa umurku, aku sungguh sangat rapuh dan sangat miskin akan sesuatu yang namanya pengalaman. Aku sungguh sangat tidak dewasa terutama dalam hal rohani. Selama ini aku memang cenderung aktif dalam kegiatan kerohanian baik di kampus maupun di gereja, namun apa yang aku alami yaitu suatu perasaan takut yang sangat dalam diriku. Aku sangat takut tentang yang namanya neraka dan hukuman dari Tuhan. Di samping itu aku juga terpengaruh dari orang-orang di sekitarku. Namun masalahnya bukan di sana. Sekarang ini yang menjadi masalah dalam diriku adalah bahwa aku merasa pengenalanku akan Tuhan itu sangat sedikit dan keakrabanku sama Tuhan itu sangat minim sehingga aku sepertinya tidak mempunyai rasa dan hubungan yang special dengan Tuhan. Sampai saat ini saya belum ada prinsip bahwa saya harus punya hubungan yang seperti apa dengan Tuhan, saya merasakan hubungan dengan Tuhan itu serasa hampa. Saya memang pernah berkata bahwa saya harus selalu dekat dengan Tuhan dan tak akan meninggalkan Dia. Namun anehnya, perasaan itu hanya sebentar saja ada di dalam diri saya, sesudah itu semuanya terasa tidak ada apa-apa lagi. Saya hanya merasa butuh pada Tuhan hanya pada saat itu dan saya sepertinya hanya merasakan kasih Tuhan pada saat itu.
Saat ini, saya merasakan hubungan yang sangat sulit dengan Tuhan. Saya hidup bagaikan tidak ada Tuhan dalam hidup saya dan saya bagaikan tidak mengenal Tuhan sama sekali. Hidupku terasa sangat kacau dan serasa tak bermakna. Aku hidup layaknya teman-temanku dan orang-orang di sekitarku, apa yang aku lakukan sepertinya sama dengan apa yang mereka lakukan meskipun seringkali saya berpikir bahwa apa yang mereka perbuat itu tidak cocok dan tidak sesuai dengan saya dan apa yang saya pikirkan. Saya berpikir bahwa kadang apa yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan yang seharusnya, namun aku tetap juga mengikuti apa yang mereka lakukan dengan cara membalasnya kepada mereka. Aku selalu berpikir bahwa apa yang aku lakukan adalah salah dan dosa tapi aku tidak pernah berjanji dan berkomitmen untuk tidak melakukannya. Aku melakukan dosa setiap hari, baik itu melalui perkataan yang asal ngomong, perbuatan yang menyakiti orang lain, berbohong, menginginkan orang lain, harta orang lain dan banyak lagi dosa yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Saya tahu kalau di gereja saya diajarkan untuk tidak melakukan hal itu karena itu adalah dosa. Namun apa? Saya tak pernah menggubrisnya dengan serius, saya hanya mendengar dan mendengar tanpa melaksanakannya. Sungguh aku tak berbeda nyata dari orang lain. Saya inginkan perbedaan itu, sekarang namun bagimana caranya aku belum bisa menemukan cara yang tepat.(bersambung ......)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar