Sabtu, September 06, 2008

Arti sebuah kehidupan (2)

2. Bagaimanakah Selayaknya Aku Hidup? Di gereja, di rumah dan di tempat-tempat pembinaan lainnya saya diajarkan agar hidup secara jujur, berbuat baik, patuh pada orang yang lebih tua dan hormat kepada orang tua dan banyak lagi norma-norma yang mengarah kepada kebaikan. Namun, lagi-lagi saya tidak peduli dan tidak mau tahu apa sebenarnya maksud dari segala perkataan dan ajaran-ajaran itu, karena mungkin saya berpikir memang tidak ada figur yang seperti itu yang pernah saya jumpai sehingga saya bisa benar-benar yakin bahwa itulah yang terbaik dan patut untuk ditiru. Yang saya temui adalah
orang-orang yang hidup dengan apa adanya di lingkungan sekitar, mereka selalu menuruti apa yang lingkungan inginkan tanpa memikirkan apa yanng selayaknya harus dilakukan. Hampir di segala lini kehidupan saya temukan hal yang seperti ini, baik dalam keluarga, teman kuliah maupun orang lain. Saya sulit membedakan yang mana Kristen dan yanng mana non Kristen kalau dilihat dari segi akhlak dan perbuatan mereka, dan bahkan untuk membedakan rohaniawan dan non rohaniawan juga cukup sulit bagi saya karena semuannya saya lihat sama saja. Jadi bagaimana saya selayaknya hidup, karena saya kadang sulit untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, dan kadang untuk mengatakan yang benar juga saya kadang malu dan bahkan mengalami ketakutan.
3.Apa yang Harus Kulakukan? Apakah saya ingin lebih baik atau lebih buruk saya kadang bingung, tapi yang pasti masih 51 : 49. Apakah saya harus meninggalkan Tuhan dan berpaling daripadaNya, sampai saat ini saya pikir ini masih jalan yang begitu salah. Apakah mungkin aku jadi salah satu pengikut Mahatma Gandhi yang mengakui adanya Tuhan Yesus namun tidak mau mempercayaiNya sebagai Tuhan lantaran benci melihat sikap orang Kristen yang tidak pernah dia sukai. Tidak saya pikir, tidak akan? Oh ya, salah lagi sikap orang Kristen yang saya bingungkan adalah kehidupan orang Kristen yang ada di luar negeri seperti AS dan Inggris. Ini merupakan 2 negara yang terkenal dengan Kekristenan namun tidak menunjukkan ciri Kekristenan sama sekali. Malah yang saya lihat banyak sekali peraturan agama Kristen yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di negara tersebut, sebagai contoh diperbolehkannya pemberkatan pasangan suami istri yang telah punya anak terlebih dahulu, kemudian adanya hukum yang memperbolehkan perceraian dan kawin beberapa kali. Di samping itu ada juga penerapan seks bebas dan penagkuan dan pemberkatan pasangan sejenis oleh gereja. Hal ini persis seperti apa yang saya pikirkan dan saya lakukan walaupun saya tahu itu meruapakan perbuatan yang salah dan dosa. Tuhan memang mengatakan supaya kita tidak sama dengan dunia ini karena dunia ini adalah jahat. Namun apakah itu memang yang jadi alasan utam karena saya pikir mereka juga termasuk orang yang telah mempelajari firman Tuhan yang otomatis firman tersebut mengajarkan sesuatu hal yang sama untuk hal yang jahat dan yang buruk. Lalu kira-kira bagaimanakah akhir dari semua ini, aku masih bingung!
 4.Apakah Arti Hidup Yang Sebenarnya? Mencari kebenaran firman Tuhan? Mungkin ini adalah pertanyaan yang pertama sekali hadir dalam pikiran saya. Saat ini saya sedang bingung akan tujuan hidup saya, apakah saya ikut Tuhan dengan segala Hukum dan Tauratnya, atau sebaliknya? (Bersambung ....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar