Di dalam kehidupan ini seringkali orang merasa kecewa. Kecewa merupakan dampak dari ketidakpuasan akan suatu hal. Kecewa akan hal-hal yang tidak tercapai dalam hidupnya, apa yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang diinginkan dan apa yang dicapai tidak sesuai dengan yang diharapkan. Menurut saya kecewa adalah hal yang wajar dan sangat wajar. Namun, hal yang menjadi tidak wajar adalah ketika kekecewaan itu membuat seseorang kehilangan akal sehatnya. Kekecewaaan itu membuat dia tidak mau berbuat apa-apa karena menganggap hasilnya akan sama saja dan tidak berguna sama sekali. Saya berpikir bahwa kekecewaan yang seperti itu adalah hanya bentuk keegoisan yang begitu tinggi. Artinya, bahwasanya dia tidak mendapatkan apa yang sesuai dengan standard yang dia buat. Padahal standard tersebut bisa saja terlalu berlebihan atau memang tidak cocok bahkan tidak tepat bagi dia namun dia tetap kokoh mempertahankannya. Bagi saya kekecewaan karena kegagalan harus merupakan ucapan syukur dan hanya merupakan suatu cara untuk lebih mengenal siapa diri kita. Kita sebagai orang yang lemah yang tidak mampu berbuat apa-apa harus bersyukur akan apa yang telah kita terima, bersyukur atas apa yang kita alami. Kita juga perlu bersyukur bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk berbuat lebih baik lagi. Kita perlu sadar bahwasanya kita perlu mengasihi orang lain dan harus mengerti keterbatasan kita sebagai manusia. Di lain sisi, kita juga harus mensyukuri keadaan dan keberadaan kita yang sehat secara jasmani dan rohani. Coba kita lihat saudara-saudara kita yang cacat secara fisik dan lainnya! Jadi, saya pikir tidak ada alasan bagi saya untuk kecewa akan suatu apapun. Itu hanya sebagai bahan refleksi bagi kita sekalian. Thanks. SM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar