“semoga kau menjadi anak yang baik, anakku.” Dengan penuh usaha aku telah disekolahkan Dari SD hingga kuliah Dengan harapan,” aku menjadi orang yang berpendidikan dan sukses.” Kini ………. Ketika aku melihat ke dalam hidupku Aku menemukan bahwa aku sudah cukup dewasa Aku sudah 23 tahun, sudah cukup matang Baik dari segi usia maupun sikap dan perilaku. Namun ….. Apa yang kutemukan di dalam diriku Apa yang telah kulakukan Setelah sekian lama … Adalah pertanyaan-pertanyaan ini yang muncul di dalam diriku ….. Sebagai orang dewasa, apakah aku ….? Sudah menjadi seorang anak yang baik terhadap orang tuaku, yang taat terhadap ajaran, perintah dan nasehatnya? Apakah aku sudah benar-benar menjadi seorang anak yang bisa atau mau Membahagiakan mereka? Apakah aku pernah peduli dengan segala jerih payah mereka,Keringat mereka dan segala pengorbanan mereka? Apakah aku pernah membuat mereka tersenyum karena perilakuku atau prestasiku di sekolah ataupun di gereja? Ataukah aku hanya bisa membuat hati mereka menangis karena perbuatanku, Perilakuku yang buruk? Apakah aku sudah menjadi seorang saudara yang baik bagi saudara-saudaraku? Apakah aku sudah menjadi seorang adik yang baik bagi abang-abang dan kakak-kakakku? Apakah aku selalu menuruti nasehat mereka, ataukah aku hanya sebagai adik yang selalu membantah mereka? Apakah aku pernah merasa bersalah karena mereka dihukum oleh orangtuaku hanya karena kesalahanku? Atuakah aku selalu mencari andil bahwa merekalah yang salah dan pantas untuk Dihukum karena akulah yang lebih kecil yang pantas untuk mendapat perlakuan dan perhatian lebih? Apakah aku pernah membantu mereka dalam pekerjaan dan kesulitan yang meereka hadapi sementara mereka butuh bantuanku? Ataukah aku malah asyik pergi bermain dengan teman-temanku tanpa mau tahu kesusahan mereka? Dan berpikir bahwa mereka sudah lebih dewasa dan mampu untuk menyelesaikan permasalahan mereka sendiri? Apakah aku sudah menjadi seorang abang yang baik bagi adik-adikku? Apakah aku bisa menjadi tempat perlindungan bagi mereka? Apakah mereka merasa nyaman jika aku ada di dekat mereka? Ataukah aku menjadi momok yang sangat menakutkan bagi mereka, Hingga mereka segan dan bahkan takut untuk bertemu denganku? Apakah aku hanya menjadi orang yang bisa menyuruh mereka dan mengganggap mereka sebagai adik yang bisa disuruh-suruh? Apakah aku pernah menanyakan bagaimana kabar mereka dan apa permasalahan yang mereka hadapi? Atau mereka bahkan tidak berani untuk bercerita karena mereka berpikir bahwa mereka hanya akan dapat marahan, omelan dan ocehan lainnya? Apakah aku pernah menjadi tempat curahan hati mereka ketika mereka membutuhkanku? Apakah aku sudah menjadi seorang anggota keluarga yang baik? Bagaimanakah hubunganku dengan anggota-anggota keluargaku yang lain? Apakah aku pernah peduli dengan mereka? Apakah aku pernah tahu kesusahan mereka? Apakah aku sudah menjadi seorang teman yang baik bagi teman gereja dan teman pelayananku? Apakah aku pernah mendoakan mereka dalam keseharian mereka? Apakah aku pernah menanyakan mereka akan permasalahan yang mereka hadapi, Lalu mendoakan mereka dengan permasalahannya? Apakah aku pernah mendorong mereka untuk semakin bertumbuh di dalam Tuhan, tetap setia kepada Tuhan dan semakin giat dalam pelayanan? Apakah aku pernah bersedih karena mereka jauh dari Tuhan? Apakah aku pernah berpuasa untuk mereka dan berdoa bagi mereka yang Mengalami pencobaan seperti kemalangan ataupun terkena musibah? Bagaimanakah hubunganku dengan Tuhanku? Apakah aku pernah bersyukur atas apa yang telah aku peroleh di dalam hidupku? Atas kesehatan, orang tua yang baik, keluarga yang sehat. Atas hari baru, teman yang baik dan kesempatan untuk menikmati hidup yang selalu diberikan oleh Tuhan setiap hari? Apakah aku pernah bersyukur akan indahnya alam ciptaan Tuhan? Apakah aku pernah kagum atas kehebatan Tuhan dalam menciptakan alam semesta ini? Apakah aku pernah menjaga dan memelihara alam yang indah ini? Ataukah aku hanya menjadi orang yang bisa merusak, Mengotori dan mencemari lingkungan ini? Apakah aku pernah bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepadaku? Ataukah aku hanya mengeluh ketika Tuhan tidak memberikan apa yang aku minta? Apakah aku pernah berterima kasih karena Tuhan telah menyediakan Suatu rancangan yang indah dalam hidupku? Ataukah aku hanya bisa menggerutu karena apa yang kurencanakan tidak sesuai dengan yang terjadi?
Jumat, September 25, 2009
Happy Birthday
“semoga kau menjadi anak yang baik, anakku.” Dengan penuh usaha aku telah disekolahkan Dari SD hingga kuliah Dengan harapan,” aku menjadi orang yang berpendidikan dan sukses.” Kini ………. Ketika aku melihat ke dalam hidupku Aku menemukan bahwa aku sudah cukup dewasa Aku sudah 23 tahun, sudah cukup matang Baik dari segi usia maupun sikap dan perilaku. Namun ….. Apa yang kutemukan di dalam diriku Apa yang telah kulakukan Setelah sekian lama … Adalah pertanyaan-pertanyaan ini yang muncul di dalam diriku ….. Sebagai orang dewasa, apakah aku ….? Sudah menjadi seorang anak yang baik terhadap orang tuaku, yang taat terhadap ajaran, perintah dan nasehatnya? Apakah aku sudah benar-benar menjadi seorang anak yang bisa atau mau Membahagiakan mereka? Apakah aku pernah peduli dengan segala jerih payah mereka,Keringat mereka dan segala pengorbanan mereka? Apakah aku pernah membuat mereka tersenyum karena perilakuku atau prestasiku di sekolah ataupun di gereja? Ataukah aku hanya bisa membuat hati mereka menangis karena perbuatanku, Perilakuku yang buruk? Apakah aku sudah menjadi seorang saudara yang baik bagi saudara-saudaraku? Apakah aku sudah menjadi seorang adik yang baik bagi abang-abang dan kakak-kakakku? Apakah aku selalu menuruti nasehat mereka, ataukah aku hanya sebagai adik yang selalu membantah mereka? Apakah aku pernah merasa bersalah karena mereka dihukum oleh orangtuaku hanya karena kesalahanku? Atuakah aku selalu mencari andil bahwa merekalah yang salah dan pantas untuk Dihukum karena akulah yang lebih kecil yang pantas untuk mendapat perlakuan dan perhatian lebih? Apakah aku pernah membantu mereka dalam pekerjaan dan kesulitan yang meereka hadapi sementara mereka butuh bantuanku? Ataukah aku malah asyik pergi bermain dengan teman-temanku tanpa mau tahu kesusahan mereka? Dan berpikir bahwa mereka sudah lebih dewasa dan mampu untuk menyelesaikan permasalahan mereka sendiri? Apakah aku sudah menjadi seorang abang yang baik bagi adik-adikku? Apakah aku bisa menjadi tempat perlindungan bagi mereka? Apakah mereka merasa nyaman jika aku ada di dekat mereka? Ataukah aku menjadi momok yang sangat menakutkan bagi mereka, Hingga mereka segan dan bahkan takut untuk bertemu denganku? Apakah aku hanya menjadi orang yang bisa menyuruh mereka dan mengganggap mereka sebagai adik yang bisa disuruh-suruh? Apakah aku pernah menanyakan bagaimana kabar mereka dan apa permasalahan yang mereka hadapi? Atau mereka bahkan tidak berani untuk bercerita karena mereka berpikir bahwa mereka hanya akan dapat marahan, omelan dan ocehan lainnya? Apakah aku pernah menjadi tempat curahan hati mereka ketika mereka membutuhkanku? Apakah aku sudah menjadi seorang anggota keluarga yang baik? Bagaimanakah hubunganku dengan anggota-anggota keluargaku yang lain? Apakah aku pernah peduli dengan mereka? Apakah aku pernah tahu kesusahan mereka? Apakah aku sudah menjadi seorang teman yang baik bagi teman gereja dan teman pelayananku? Apakah aku pernah mendoakan mereka dalam keseharian mereka? Apakah aku pernah menanyakan mereka akan permasalahan yang mereka hadapi, Lalu mendoakan mereka dengan permasalahannya? Apakah aku pernah mendorong mereka untuk semakin bertumbuh di dalam Tuhan, tetap setia kepada Tuhan dan semakin giat dalam pelayanan? Apakah aku pernah bersedih karena mereka jauh dari Tuhan? Apakah aku pernah berpuasa untuk mereka dan berdoa bagi mereka yang Mengalami pencobaan seperti kemalangan ataupun terkena musibah? Bagaimanakah hubunganku dengan Tuhanku? Apakah aku pernah bersyukur atas apa yang telah aku peroleh di dalam hidupku? Atas kesehatan, orang tua yang baik, keluarga yang sehat. Atas hari baru, teman yang baik dan kesempatan untuk menikmati hidup yang selalu diberikan oleh Tuhan setiap hari? Apakah aku pernah bersyukur akan indahnya alam ciptaan Tuhan? Apakah aku pernah kagum atas kehebatan Tuhan dalam menciptakan alam semesta ini? Apakah aku pernah menjaga dan memelihara alam yang indah ini? Ataukah aku hanya menjadi orang yang bisa merusak, Mengotori dan mencemari lingkungan ini? Apakah aku pernah bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepadaku? Ataukah aku hanya mengeluh ketika Tuhan tidak memberikan apa yang aku minta? Apakah aku pernah berterima kasih karena Tuhan telah menyediakan Suatu rancangan yang indah dalam hidupku? Ataukah aku hanya bisa menggerutu karena apa yang kurencanakan tidak sesuai dengan yang terjadi?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tetaplah lakukan selalu yang terbaik dalam hidupMu dan pegang teguh komitmenmu.GBU always>>.
BalasHapus