Jumat, Agustus 07, 2009

Lupa Martangiang!

“Lupa berdoa”, hal yang seringkali dilakukan oleh setiap orang. Doa adalah nafas orang Kristen dan merupakan suatu sarana komunikasi antara manusia dengan Tuhan sebagai penciptanya. Sebagai seorang Kristen, saya (kita) dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Tuhan, berhubungan yang erat dengan Tuhan. Menyerahkan segala hal yang terjadi di dalam hidup, kebahagiaan, kebaikan, pekerjaan dan segala pergumulan merupakan kewajiban setiap orang Kristen yang tentunya melalui doa. Kita meyakini bahwa kita adalah orang yang tidak bias berbuat apa-apa di luar Tuhan. Kita tidak bisa menciptakan apa-apa seperti yang Tuhan lakukan, Dialah pencipta kita dan hanya kepada-Nyalah kita patut bersyukur dan berserah.
Nah, oleh karena itu mengapa saya (sebagai orang Kristen tentunya) sangat susah untuk bersyukur dalam doa. Apakah saya tidak tahu cara berdoa yang benar? Ataukah saya malu berdoa? Mungkin alasan yang kedua inilah yang kerapkali terjadi dalam hidup saya. Saya malu untuk berdoa terutama kalau dilihat oleh orang yang tidak seiman dengan saya. Saya terkadang tidak tahu mengapa saya malu tetapi yang pasti itulah yang saya lakukan (malu jadi orang Kristen atau malu hanya untuk berdoa, atau malah dua-duanya saya tidak tahu lagi, parah). Oleh karena hal ini, seringkali saya malah tidak berpikir lagi untuk berdoa dan ala bisa karena biasa jadinya lupa seperti judul di atas. Sejak kecil saya selalu diajari oleh orang tua saya untuk berdoa. Di sekolah minggu juga saya selalu diajari. Berdoa untuk makan, hendak tidur, bangun tidur dan kalau hendak bepergin. Tetapi mengapa sekarang tidak semakin berkembang (sebagai informasi sekarang umur saya sudah hampir 23 tahun). Tidak semakin dewasa dan sepertinya tidak semakin beriman. Apa karena dulu waktu kecil tidak tahu malu atau masih polos ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar