-->
Kucoba tuk kembangkan sayap patahku
Tuk melintasi gunung tinggi dan samudera luas
Masa-masa ini tidak selalu mulus untuk dijalani
Pandangan tidak selalu tanpa kabut tebal
Sebelum pelangi menampakkan wujudnya
Lorong gelap harus dilalui
Untuk melihat cahaya di ujungnya.
Seorang anak berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggapai cita-citanya. Berjalan setapak demi setapak di jalan panas dan berdebu, tanpa alas kaki. Terkadang dia harus melewati batu-batu tajam yang siap untuk menusuk kakinya. Dia mengalami suatu masa terburuk dalam hidupnya, terpuruk, tidak seperti yang pernah dia bayangkan sebelumnya. Tapi satu hal yang pasti, dia harus melaluinya, apapun yang terjadi, hidup harus dinikmati.
Lama sudah dia berjalan, tiada gambaran nyata yang dia lihat dalam kehidupannya, namun dia tetap maju dengan satu prinsip dalam hidupnya,”pantang menyerah.”
Dia cukup lelah hingga memutuskan untuk berhenti sejenak setelah dia melihat ada sebuah pohon di pinggir jalan yang sudah meranggas. Dia bersandar dan mengharapkan mentari siang itu dapat menunjukkan belas kasihnya.
Tanpa disadari dia pun tertidur dan bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seekor burung rajawali yang sedang terkapar tak berdaya, tergeletak di tengah gurun pasir. Dia kasihan melihat rajawali tersebut dan mencoba untuk mendekatinya. Dia melihat rajawali mengalami luka tembak yang cukup parah pada sayapnya sebelah kanan. Namun dia beruntung masih terlepas dari serangan pemburu yang menembaknya. Dia kabur dengan sisa tenaga dan satu sayapnya. Diapun merawat burung tersebut di dalam rumahnya.
Beberapa hari kemudian sayap rajawali berangsur-angsur membaik dan akhirnya sembuh. Pelan-pelan sayapnya mulai dilatih lagi untuk terbang dan akhirnya terbang tinggi setinggi-tingginya. Dia mulai melintasi langit dan seenaknya saja sepertinya angkasa hanya miliknya. Namun satu hal yang pasti, dia sekarang semakin waspada dan hati-hati terhadap serangan yang sewaktu-waktu bisa datang.
Si anak pun terbangun dan merenung sejenak. Dia mendapati dirinya seperti mengalami situasi yang sama dengan si Rajawali. Dia bersemangat dan memulai hidupnya kembali. Dia hanya butuh sedikit waktu bagi dirinya untuk seseorang yang dapat menolong dia. Dialah Tuhan yang selama ini sudah dia tinggalkan. Dia kemudian mulai sadar dan bersabar untuk membentuk dirinya, meningkatkan kualitas serta melatih diri. Dia merasa jauh lebih baik. Dia belajar dan pelan-pelan meniti karir dalam hidupnya. Dia percaya bahwa akan ada sesuatu yang lebih besar di luar apa yang dapat kita pikirkan, yang telah disediakan oleh Tuhan bagi kita. Kita hanya perlu berusaha dengan sekuat tenaga, sabar, yakin dan berserah kepada Tuhan sang pencipta kita. KEMBANGKANLAH SAYAP PATAHMU.
Supardi Manurung,S.TP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar